APA ITU VENTURE CAPITAL

Alasan Apartemen Menengah Lebih Laris

2/09/2018

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah kalangan memprediksi pasar properti tahun 2018 akan tumbuh secara positif. Ada banyak instrumen yang disinyalir menjadi penyebab salah satunya seiring dengan perbaikan ekonomi.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono, kepada Rumah.com mengatakan, kontraksi positif ini dibarengi dengan gelaran Pilkada serentak, persiapan Pemilu Presiden tahun depan, hingga ajang Asian Games diperkirakan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi tahun ini.

“Kondisi tersebut diyakini akan meningkatkan daya beli masyarakat untuk memiliki rumah.Saat ini pun angka permintaan rumah masih tinggi atau mencapai lebih dari 11 juta unit,” katanya.
Senada, Rumah.com Property Outlook 2018 memprediksi harga properti berpeluang naik hingga 5%, sementara suplai hunian berpeluang meningkat hingga 20%. Salah satu indikator pendukungnya adalah kebijakan pemerintah.

Kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan masih akan menjadi penentu pasar properti di 2018. Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat pada 2018. Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama pada pasar properti di bawah Rp1 miliar.

Proyek properti baru yang menawarkan kemudahan akses, transportasi publik, serta jaminan keamanan akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli properti tersebut.


Bisa Naik 30%

Sementara menurut perilaku konsumen, Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2017mengungkapkan properti, khususnya residensial, yang diminati masih berkisar pada properti kelas menengah, dengan sistem pembayaran yang diminati adalah cicilan jangka panjang.

Survei juga mencatat, 57% dari 1.020 responden di Indonesia memilih apartemen sebagai tipe hunian yang akan dibeli. Ini merupakan peningkatan jika dibandingkan survei pada paruh kedua tahun 2016, dimana hanya 35% responden yang tertarik membeli apartemen.

Agus Susilo selaku Direktur Utama Cimanggis City mengatakan, “Kenaikan harga yang lebih stabil menjadi salah satu alasan banyak masyarakat mulai beralih membeli apartemen. Sebagai contoh, proyek Cimanggis City mengalami peningkatan harga sebesar 30% sejak diperkenalkan pada Mei 2017,” katanya saat ditemui Rumah.com.

Adapun tipe hunian yang ditawarkan yaitu studio dan dua kamar, dengan harga masing-masing Rp275 juta dan Rp400 juta. Harga tersebut naik sebesar Rp75 juta bila dibandingkan harga perdana yakni Rp 200 jutaan untuk tipe studio.

“Kenaikan harga sebenarnya dilakukan secara berkala. Namun akan sedikit lebih tinggi setelah ground breaking pada 31 Januari kemarin.

“Proyek ini sendiri telah terjual sekitar 40% dari 800 unit tower pertama. Tingginya permintaan yang masuk ke kami sesuai dengan kebutuhan akan backlog yang terus meningkat, dan sedikitnya hunian dengan harga terjangkau bagi masyarakat sub-urban di kawasan Jabodetabek,” Agus menambahkan.
Cimanggis City merupakan apartemen yang berdiri di lahan seluas satu hektare, dan terintegrasi dengan beberapa fasilitas eksternal melalui pintu tol Cijago dan Stasiun LRT Cibubur – Ciracas.

Info lebih lanjut hub :
Wisnu Broto
Direktur Evo Group Investor
28 Tahun
082188064790
www.evokonsultan.com


Omong-omong soal Rumah, apa sudah punya rumah idaman dengan harga 30%-50% 
lebih murah dari harga pasar? Jika belum cek di sini untuk pilihan rumah idaman termurah mulai harga Rp500 jutaan di Surabaya sekitarnya CLIK : http://www.evokonsultan.com/search/label/Properti%20Di%20Bawah%20Harga%20Pasar.?max-results=5

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

EVO GROUP BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM