Jangan Coba-coba Tipu Generasi Milenial

3/29/2018

Liputan6.com, Jakarta “Jangan coba-coba tipu generasi milenial.” Itulah pesan yang disampaikan Joice Farida, Expert Lecture Consumer Banking BRI Corporate University kepada para agen properti(principal/member broker dan office manager) pada sebuah talk show yang mengangkat tema “The Millenials & Sosialisasi Risiko Kantor Broker Property Tidak Berlisensi dan SIUP-P4!”.
Hal ini sangat beralasan, mengingat karakteristik ‘generasi jaman now’ yang lahir antara tahun 1980-2000 ini sangat berbeda dan unik jika dibandingkan generasi X yang lahir tahun 1965-1979. Keunikan atau ciri khas dari generasi ini seperti:
  • Melek digital
  • Digital sebagai media komunikasi
  • Imajinasi tinggi dan fleksibel
  • Realistis dalam kerja
  • Cepat bosan
  • Berpikiran kritis
  • Efektif
  • Bekerjasama
  • Konsumtif atau berorientasi pada lifestyle
1 dari 3 halaman

Karakteristik Generasi Milenial

Berdasarkan karakteristiknya ini maka pada talk show yang digelar AREBI DPC Jakarta Selatan beberapa waktu lalu (14/3) di The Bellagio Mall, Mega kuningan, Jakarta Selatan, Joice mengingatkan para agen properti agar menyampaikan informasi sejelas-jelasnya dan selengkap-lengkapnya ketika menghadapi klien dari generasi milenial yang akan membeli rumah atau apartemen.
“Jangan coba-coba tipu generasi milenial. Sekali mereka kecewa maka habislah semua. Karena berdasarkan karakteristiknya yang melek digital dan menjadikan digital sebagai media komunikasi, maka kekecewaan mereka akan ditumpahkan di sana. Dan hal seperti ini dicerna sebagai informasi bagi lingkaran pertemanan mereka di media sosial. Apalagi jika sampai viral,” ujar Joice.
Dan dari demografi penduduk Indonesia berdasarkan usia, generasi milenial merupakan pasar yang potensial. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, saat ini Indonesia memiliki penduduk sebanyak 261.890.800 jiwa yang terbagi dalam beberapa golongan usia, seperti:
2 dari 3 halaman

Generasi Milenial Sebagai Pasar Potensial

  1. Generasi Silent (1930-1945) sebanyak 8.752.300 jiwa atau 3,34%
  2. Generasi Baby Boomers (1946-1964) sebanyak 26.809.200 jiwa atau 10,24%
  3. Generasi X (1965-1979) sebanyak 50.513.700 jiwa atau 19,29%
  4. Generasi Y atau Milenial (1980-2005) sebanyak 105.520.300 jiwa atau 40,29%
  5. Generasi Z (di atas tahun 2005) sebanyak 70.295.300 jiwa atau 26,84%
“Generasi milenial merupakan golongan usia penduduk yang jumlahnya paling besar. Generasi ini tentunya merupakan konsumen potensial. Kondisi saat ini, kebutuhan hunian terus meningkat mencapai 70% meski ketersediaan lahan tetap,” jelas Joice.
Yang menarik, meski banyak yang berasumsi bahwa gaya generasi milenial konsumtif, misalnya seperti gemar traveling, liburan, belanja, kulineran, dan juga nongkrong-nongkrong di cafe, hingga tidak peduli kepemilikan tempat tinggal, ternyata tidak sepenuhnya benar.

Info lebih lanjut hub :
Wisnu Broto
Direktur Evo Group Investor
28 Tahun
082188064790
www.evokonsultan.com 

Omong-omong soal Berita, apa sudah punya Investasi rumah idaman untuk tabungan pensiun anda di hari tua,dengan harga 30%-50% lebih murah dari harga pasar?
Sebagai contoh Komplek Perumahan Gunung Anyar dengan nilai pasar 3 M kita beli hanya 1 M !!

Jika belum cek di sini untuk Investasi rumah idaman anda dengan harga termurah, mulai harga Rp500 jutaan di Surabaya sekitarnya CLIK :
 http://www.evokonsultan.com/2018/01/system-kerja-sama-jual-beli-properti.html

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »