Penyediaan proyek LRT dan MRT memang dilakukan pemerintah guna mengubah kehidupan masyarakat Jakarta

3/08/2018
transportasi LRT
Liputan6.com, Jakarta Walaupun kondisi sektor properti dalam negeri cenderung lesu, namun menurut Hendra Hartono, CEO PT Leads Property Services Indonesia, aktivitas pasar diperkirakan akan meningkat sekali lagi dalam beberapa kuartal berikutnya.

“Hal ini diprediksi setelah proyek infrastruktur utama selesai yang melayani lingkungan baru yang terhubung dengan jalur MRT dan LRT,” demikian dikatakannya dalam wawancara terbaru dengan majalah PropertyGuru Property Report.

Penyediaan proyek LRT dan MRT memang dilakukan pemerintah guna mengubah kehidupan masyarakat Jakarta, dimana yang selama ini menggunakan sarana transportasi pribadi dalam beraktivitas, beralih menggunakan transportasi publik.

Kedua proyek tersebut dibangun sejalan dengan konsep TOD yang belakangan ramai dijadikan ‘main point‘ oleh sejumlah pengembang hunian.

Tujuan utama dari konsep TOD adalah mengintegrasikan dan mendekatkan transportasi massal dengan kawasan hunian, sehingga diharapkan ke depannya dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang melintas setiap harinya.

Simak juga: Mau Rumah–Kantor–Rumah Bebas Macet? Tinggal di Hunian TOD!
Mengingat indikator keberhasilan sistem TOD di suatu wilayah yaitu lebih banyak orang dapat tinggal dan bekerja, pergi bersekolah, berbelanja, dan kegiatan lain dengan berjalan kaki dari dan ke transportasi publik.

Selain hunian berbasis konsep TOD jadi incaran, permintaan yang optimistis dari penduduk Indonesia yang terus berkembang pun disinyalir sebagai salah satu penggerak pasar.

Mina Ondang, Direktur PT Cushman & Wakefield Indonesia mengatakan, “Pengembang menargetkan kelas menengah yang berkembang pesat di Indonesia, sesuai dengan pertumbuhan urbanisasi dan perubahan tuntutan gaya hidupnya. Populasi kelas menengah masih akan tumbuh dan ini adalah yang mendasari permintaan terhadap properti.”


Segmen Atas Tak Redup

Di saat perhatian beberapa pengembang tertentu dan investor luar negeri sedang beralih ke proyek yang memenuhi kriteria bagi segmen masyarakat pendapatan menengah, popularitas perkembangan proyek niche terus meningkat tidak hanya di Ibukota tetapi juga di seluruh negeri.

Inilah yang kemudian mendorong panel juri PropertyGuru Indonesia Property Awards 2018, untuk menyertakan kategori baru untuk Best Township Development dan Best Lifestyle Centre Development, untuk menghargai mal atau fasilitas gaya hidup terbaik (mencakup kurang dari 20.000 gross floor area).

Terry Blackburn, Pendiri dan Direktur PropertyGuru Asia Property Awards mengatakan, “Kami senang dapat kembali ke Indonesia untuk mengakui kerja keras pengembang dan real estat terbaik di seluruh negeri, mulai dari Bali sampai Lombok, Jakarta dan Kawasan Metropolitan Indonesia.”

“Ada banyak bakat yang berasal dari sini, seperti yang telah kita saksikan dari tahun ke tahun. Dan sektor properti secara terus menerus dapat mengatasi rintangan untuk dapat menghasilkan proyek yang tepat bagi konsumen di segmen residensial dan komersial,” imbuhnya.


Info lebih lanjut hub :
Wisnu Broto
Direktur Evo Group Investor
28 Tahun
082188064790
www.evokonsultan.com


Omong-omong soal Berita, apa sudah punya Investasi rumah idaman untuk tabungan pensiun anda di hari tua,dengan harga 30%-50% lebih murah dari harga pasar?
Sebagai contoh Komplek Perumahan Gunung Anyar dengan nilai pasar 3 M kita beli hanya 1 M !!

Jika belum cek di sini untuk Investasi rumah idaman anda dengan harga termurah, mulai harga Rp500 jutaan di Surabaya sekitarnya CLIK :
 http://www.evokonsultan.com/2018/01/system-kerja-sama-jual-beli-properti.html

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »