Mau Beli Rumah Tanpa Riba?

4/10/2018


Liputan6.com, Jakarta Membeli rumah dengan metode KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) adalah opsi paling mudah memiliki rumah dengan biaya yang ringan. Meski begitu sistem KPR dari bank konvensional dianggap bukan sebagai solusi ideal bagi seorang muslim.
Alasannya karena pinjaman yang berbunga identik dengan riba yang diharamkan dalam agama Islam. Untuk itu, banyak orang yang beralih menggunakan pembiayaan rumah melalui perbankan berbasis syariah.
Yang membedakan KPR konvensional dengan syariah adalah KPR konvensional meminjamkan uang kepada konsumen, yang akhirnya uang tersebut dialihkan kepada pengembang (developer).
Sementara dengan sistem syariah, bank membeli rumah dari pengembang dan menjualnya kembali dengan harga yang dinaikkan atau meyewa-jualkan kepada konsumen.
Jika cicilan pada KPR konvensional berubah-ubah sesuai suku bunga, maka cicilan syariah bersifat tetap karena total cicilan sudah ditetapkan lebih dulu.
Ada tiga metode pembelian yang dianut dalam KPR Syariah. Meski sifatnya sama-sama mencicil namun konsekuensinya berbeda. Berikut Rumah.com jelaskan perbedaannya!
1 dari 4 halaman

1. Murabahah

Ini adalah transaksi jual beli dengan mekanisme pembayaran yang dapat ditangguhkan, baik itu dicicil secara berkala atau ditanggungkan untuk dilunaskan pada akhir periode. Namun umumnya bank menggunakan pembayaran cicilan untuk menjaga kesehatan kondisi keuangannya.
Yang berbeda dari murabahah adalah penjual harus memberitahu pembeli mengenai harga pokok objek penjualannya. Sehingga kedua belah pihak dapat melakukan tawar menawar harga. Dalam hal ini bank bisa melakukan negosiasi harga mengenai rumah yang akan dijual atau dibeli.
(Hitung kemampuan dalam mencicil rumah dengan KPR syariah lewat Kalkulator KPR Rumah.com)
2 dari 4 halaman

2. Istishna

Merupakan transaksi jual beli dengan pesanan, di mana pihak pembeli memesan suatu barang untuk dibuatkan baginya, dan pembayarannya dapat dilakukan lunas atau bertahap dalam jangka waktu yang disepakati.
Model pembelian ini sangat pas untuk perumahan yang dibeli secara indent. Namun bedanya Nasabah pembeli mempunyai hak untuk memperoleh jaminan dari penjual (bank) atas jumlah yang telah dibayarkan dan penyerahan barang pesanan sesuai dengan spesifikasi dan tepat waktu.
3 dari 4 halaman

3. IMBT (Ijarah Muntanhia bittamlik) atau sewa beli (leasing syariah)

IMBT adalah sewa yang disertai jual beli yang menyebabkan perpindahan kepemilikan barang dari penjual yang menyewakan kepada pembeli yang menyewa, dengan ketentuan penyewa membayar angsuran tertentu dalam waktu tertentu.
Disini apabila penyewa telah menyempurnakan pembayaran sewanya dalam waktu yang telah disepakati maka kepemilikan akan pindah menjadi milik penyewa. Namun jika penyewa tidak dapat melunasi sesuai kesepakatan maka transaksi batal dan barang kembali menjadi milik penyewa.
Dengan demikian transaksi ini merupakan rekayasa tepat dari para penjual untuk menjaga kepemilikan barang dagangannya sampai waktu pembayaran sempurna seluruhnya.

Info lebih lanjut hub :
Wisnu Broto
Direktur Evo Group Investor
28 Tahun
082188064790
www.evokonsultan.com 

Omong-omong soal Berita, apa sudah punya Investasi rumah idaman untuk tabungan pensiun anda di hari tua,dengan harga 30%-50% lebih murah dari harga pasar?
Sebagai contoh Komplek Perumahan Gunung Anyar dengan nilai pasar 3 M kita beli hanya 1 M !!

Jika belum cek di sini untuk Investasi rumah idaman anda dengan harga termurah, mulai harga Rp500 jutaan di Surabaya sekitarnya CLIK :
http://www.evokonsultan.com/

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »