Mitos-Mitos Penghambat Milenial Beli Rumah (Bag 2)

5/12/2018
milenial beli rumah
RumahCom – Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2018 menunjukkan bahwa sebanyak 63% responden mengaku berencana membeli rumah dalam enam bulan ke depan.
Dari total responden yang optimistis membeli rumah, sebesar 44% berasal dari kelompok usia 21-29 tahun atau milenial muda. Sementara 35% lainnya berasal dari milenial tua, kelompok usia 30-39 tahun.
Marine Novita, Country Manager Rumah.com menyatakan, dari survei bisa diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi usia, maka semakin kecil rencana membeli rumah.
Ini karena kelompok usia yang lebih tua sudah punya rumah atau mereka sudah memiliki banyak tanggungan, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk keperluan sehari-hari sudah cukup besar, membuat mereka harus berpikir dua kali jika harus mengambil cicilan rumah.
Meski begitu, ternyata bagi milenial ada beberapa tantangan utama berinvestasi properti yang sebenarnya adalah mitos. Berikut ini Mitos-Mitos Penghambat Milenial Beli Rumah melanjutkan dari artikel bagian pertama
  1. Takut Berutang
Sebelum membeli rumah, memang penting untuk melihat risiko dan keuntungan yang ditawarkan oleh setiap pengembang dan bank. Selama masih mempunyai gaji, ketakutan tidak bisa membayar adalah kecemasan yang sama sekali tidak berasalan.
Sama seperti memulai usaha, membeli properti juga membutuhkan modal. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mengandalkan perbankan atau jasa pembiayaan lainnya melalui KPR atau KPA.
Apalagi saat ini bunga kredit cenderung turun, sehingga merupakan saat yang tepat untuk membeli properti.
Salah satu aspek yang wajib diperhatikan ketika akan mencicil rumah adalah memahami cara menghitung bunga KPR. Simak video panduannya!
  1. Prosesnya Ribet
Membeli properti sebenarnya bukan sesuatu proses hidup yang sulit. Mengingat para pengembang pada umumnya sudah sangat membantu dan memfasilitasi berbagai macam pengurusan dokumen dalam pembelian properti.
“Sangatlah wajar jika dalam proses pencarian hingga mengambil keputusan membeli rumah, generasi milenial ini kadang-kadang mengalami keraguan, terutama jika melihat harga rumah yang mencapai ratusan juta rupiah dan rumitnya proses transaksi pembelian yang diperlukan.
Oleh karenanya, “Rumah.com hadir memberikan panduan bagi generasi milenial untuk bisa memiliki rumah dengan fitur-fitur untuk membantu pencari rumah mengambil keputusan dengan mandiri dan percaya diri,” katanya.
Apa saja dokumen yang akan diurus dalam proses pembelian properti? Simak lebih lengkapnya di Panduan Rumah.com.
  1. Takut Ditipu
Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menghindari penipuan adalah dengan memperbanyak informasi. Ketika memutuskan untuk membeli rumah, pastikan sudah mengetahui berbagai macam skema dan konsekuensi terburuk dari sebuah pilihan.
Jangan mudah tergiur dengan iming-iming dan janji-janji tidak jelas, seperti harga unit yang terlampau murah atau diskon besar-besaran. Dengan internet, informasi bisa didapatkan dengan mudah.
Salah satu cara lain yang harus dilakukan adalah menyimak Review Properti dari Rumah.com. Ulasan ini menyajikan mulai dari rute menuju perumahan, kedekatannya dengan fasilitas sekitar, potensi lokasi, sampai detail perumahannya.
Dari hasil ‘berselancar’ singkat, generasi milenial bahkan bisa mengecek legalitas pembangunan proyek sampai dengan tahap pengerjaan yang dilakukan. Langkah ini setidaknya bisa meminimalisir keraguan jika pengembang membangun hunian dengan sistem indent.
  1. Prinsip YOLO (You Only Live Once)
Punya properti menurut sebagian milenial bukan kebutuhan utama. Melainkan gaya hidup seperti fesyen, F&B, traveling, pendidikan, dan komunitas.
Rumah dan tempat tinggal kemungkinan ada di urutan buncit, bukan sesuatu yang penting atau mendesak untuk diwujudkan. Prioritasnya difokuskan untuk menikmati hidup, seperti traveling dan mendapatkan pengalaman baru dan lainnya.
Hidup memang cuma sekali dan mempersiapkan hidup nyaman harus dimulai sedini mungkin. Tidak ingin kan sampai umur 40 tahun sudah sudah berkeluarga masih tinggal bersama orangtua?
Maka dari itu, properti merupakan investasi yang sangat penting. Kepemilikan properti juga erat dengan kaitannya dengan kebebasan khususnya finansial.

Itulah pemaparan hasil riset tentang penampilan agen properti yang ternyata bisa pengaruhi harga jual properti yang ditawarkannya. Dan sebelum membeli properti atau menentukan harga jual properti Anda, ketahui perbandingan harga dengan hunian lainnya di lokasi sekitarnya lewat www.evokonsultan.com

Info lebih lanjut hub :

    Wisnu Broto
    Direktur Evo Group Investor
    28 Tahun
    082188064790
    www.evokonsultan.com 


    Omong-omong soal Berita, apa sudah punya Investasi rumah idaman untuk tabungan pensiun anda di hari tua,dengan harga 30%-50% lebih murah dari harga pasar?
    Sebagai contoh Komplek Perumahan Gunung Anyar dengan nilai pasar 3 M kita beli hanya 1 M !!  "EVO AKAN MEMBERIKAN KOMISI BROKER 3% - 5%

    Jika belum, cek di sini Pusat Jual Beli Rumah 50% Dibawah Harga Pasar Berkualias Dan Terpercaya, mulai harga Rp500 jutaan di Surabaya sekitarnya.


    CLIK >>>>  www.evokonsultan.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »