Pasar Properti Nasional Turun Di Q1 2018

5/12/2018

pasar properti nasional
RumahCom – Dalam satu tahun terakhir, pasar properti nasional telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun demikian, Index belum bisa mencapai titik tertinggi sejak 2015, yakni 105,9, yang terjadi pada Q1 2016. Demikian seperti tercatat dalam Rumah.com Property Index.
Median harga properti residensial secara nasional berada di titik 104,7 pada kuartal I 2018. Median harga 104,7 adalah sebuah peningkatan sebesar 1,06% dibandingkan kuartal yang sama pada 2017, namun merupakan penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya (Q4-2017) yang berada di angka 105,6.
Penurunan Index harga properti residensial nasional pada Q1 2018 (q-o-q) dipengaruhi oleh penurunan yang terjadi di sejumlah provinsi padat hunian di Indonesia.
DKI Jakarta turun sebesar 0,39% pada Q1 2018 (q-o-q), sementara Banten mengalami penurunan sebesar 1,8% (q-o-q) dan Jawa Timur mengalami penurunan terbesar yakni 2,1% (q-o-q). 
(Sebelum beli hunian, biasakan cek kondisi bangunan, harga, dan infrastruktur di sekitarnya lewat Review Properti dari Rumah.com)
Pasar properti residensial di Jawa Barat tetap stabil. Index Jawa Barat berada pada titik 107,3 atau naik sebesar 1,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (q-o-q). Jawa Tengah juga mengalami kenaikan Index, yakni sebesar 0,6% (q-o-q).
“Sementara itu dari sisi suplai properti residensial secara nasional, berdasarkan Rumah.com Property Index mengalami kenaikan sebesar 6,8% pada Q1 2018 dibandingkan dengan Q4 2017 (q-o-q). Secara tahunan, suplai properti residensial nasional mengalami peningkatan sebesar 8,1%,” jelas Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan.
Index suplai properti residensial tertinggi sejak 2015 tercatat pada Q3 2017, sebesar 146,7. Tren suplai properti residensial secara nasional dalam setahun terakhir bergerak fluktuatif namun stabil secara jangka panjang. Pasokan yang stabil dari pihak penjual mengindikasikan permintaan pasar masih relatif datar.
Kenaikan suplai properti terjadi di provinsi-provinsi padat hunian. DKI Jakarta dan Banten mencatatkan kenaikan pada kisaran 4,8% (q-o-q). Kenaikan tertinggi terjadi di Jawa Timur, sebesar 9,1% (q-o-q).
Jawa Barat juga mencatatkan kenaikan suplai properti yang cukup tinggi, yaitu sebesar 7,4%. Rumah.com Property Affordability Sentiment Index Semester I 2018 menunjukkan minat responden terhadap properti berada pada kisaran harga di bawah Rp750 juta.
BI Rate Jaga Stabilitas
Ekonom PermataBank, Josua Pardede menambahkan dari sisi makro, ekonomi nasional diperkirakan tumbuh sebesar 5,13% secara year-on-year pada kuartal pertama (Q1) 2018. Kenaikan ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yang mencapai 5,19% (y-o-y). Meski demikian, perekonomian diperkirakan tumbuh hingga 5,17% pada Q2 2018.
“Inflasi pada bulan Maret mencapai 3,40%, yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Meski demikian, inflasi ini masih di bawah kisaran sasaran inflasi 3,5% dengan deviasi 1%. Sementara itu, inflasi pada Q2 2018 diperkirakan lebih rendah, yakni sebesar 3,33%,” jelasnya.
Sementara itu, Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7 Day RR) sebesar 4,25%. Besaran suku bunga ini sudah dipertahankan sejak September 2017 lalu. Kebijakan Bank Indonesia terhadap BI 7 Day RR ini diharapkan dapat menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan domestik.
Membeli sebuah rumah bisa menjadi keputusan paling sulit, dan mungkin juga yang termahal. Saat memutuskan untuk membeli rumah, hal yang terpenting adalah mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya, agar bisa mengambil keputusan dengan penuh percaya diri.
Country Manager Rumah.com, Marine Novita menjelaskan, bahwa Rumah.com ingin membantu para pencari hunian dengan membuat proses ini menjadi lebih transparan.
Rumah.com Property Index dihadirkan untuk membantu masyarakat Indonesia memahami pergerakan pasar properti dengan lebih baik. Para pembeli bisa mendapatkan informasi harga yang masuk akal, sesuai dengan sentimen pasar.
“Sebagai yang terdepan di pasar properti Indonesia, Rumah.com memproses begitu banyak data properti setiap hari. Dengan demikian, kami dapat mengolah dan memberikan informasi mendalam kepada masyarakat Indonesia yang tengah mencari hunian,” pungkas Marine.

    Info lebih lanjut hub :

    Wisnu Broto
    Direktur Evo Group Investor
    28 Tahun
    082188064790
    www.evokonsultan.com 

    Omong-omong soal Berita, apa sudah punya Investasi rumah idaman untuk tabungan pensiun anda di hari tua,dengan harga 30%-50% lebih murah dari harga pasar?
    Sebagai contoh Komplek Perumahan Gunung Anyar dengan nilai pasar 3 M kita beli hanya 1 M !!

    Jika belum cek di sini untuk Investasi rumah idaman anda dengan harga termurah, mulai harga Rp500 jutaan di Surabaya sekitarnya CLIK : www.evokonsultan.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »