Properti Segmen Menengah Melaju Positif

5/03/2018

Liputan6.com, Jakarta Jakarta, kota metropolitan yang dilihat sebagai salah satu pasar paling dinamis untuk investasi properti kelas atas telah memasuki fase penguatan. Prediksi ini pun diamini para ahli dan pelaku bisnis.
Segmen properti mewah di Ibukota sendiri sempat mengalami pertumbuhan mencapai dua digit pada tahun 2010-2014. Jakarta bahkan pernah menduduki posisi pertama untuk pasar hunian kelas atas dengan pertumbuhan harga paling cepat di tahun 2013 menurut Knight Frank Wealth Report.
Sayangnya, sejak kondisi ekonomi yang melambat ditambah kebijakan dari Bank Indonesia yang mengekang tingginya spekulasi pasar membuat property market ikut melesu. Baca juga: Rumah Mewah Cuma Rp1 Miliaran di Jakarta, Mau?
“Terlebih saat Pemerintah merevisi pajak properti kategori mewah dan super mewah di 2015 lalu. Aturan ini justru merugikan konsumen level high end dan menyebabkan mereka berhenti membeli dan berinvestasi properti,” ujar Hasan Pamudji, Senior Associate Director Professional Consultancy Knight Frank Indonesia, seperti dikutip PropertyGuru Property Report.
“Secara umum, permintaan properti mewah masih lemah, kecuali untuk proyek-proyek tertentu di mana mereka masih dapat menjual dengan progres yang baik. Ini efek dari lokasi, kestabilan pasar sewa, konsep dan desain yang sesuai, serta ukuran unit yang layak dipasarkan untuk investasi,” ia menambahkan.
Mau informasi properti yang komprehensif, mulai dari lokasi properti favorit konsumen, hingga ke harga hunian baik perumahan maupun apartemen di Indonesia? Simak selengkapnya di Rumah.com Property Index.
Melihat pangsa properti premium yang masih bergejolak, Hasan meyakini permintaan tertinggi akan tetap berasal dari pembeli yang mencari unit-unit tipe kecil. Untuk hunian vertikal, tipe studio dan satu kamar tidur menjadi pencarian utama konsumen.
Situasi tersebut pun nampaknya dicermati PT Sayana Integra Properti dalam mengembangkan kawasan superblok Sakura Garden City, yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur. Proyek ini terdiri dari apartemen dengan pilihan unit studio, one bedroom, two bedroom, three bedroom, dan loft.
“Harganya sendiri dibanderol kurang dari Rp20 juta per meter persegi. Untuk tipe terkecil luasnya 29,9m2. Mengenai market yang kami bidik, adalah kalangan milenial dan pekerja muda yang mempunyai produktivitas tinggi,” ujar Robert Yapari selaku Direktur Utama PT Trivon Orion Properti.
Terkait dengan pemilihan lokasi proyek di Jakarta Timur, pihaknya meyakini kawasan tersebut memiliki ceruk pasar yang masih terbuka lebar. “Area timur sebagai sunrise property sangat potensial karena terletak di antara CBD TB Simatupang dan area industri di koridor Jalan Raya Bogor, Bekasi, dan Cikarang,” imbuhnya.
Pihaknya mengaku percaya diri bisa menggaet konsumen yang membutuhkan hunian di Jakarta, apalagi mengingat angka backlog hunian yang cukup besar.
Jika membandingkan jumlah properti yang ada dengan jumlah keluarga, DKI Jakarta tercatat kekurangan 302.319 unit hunian. Menurut data SUSENAS dua tahun lalu, saat ini hanya setengah penduduk Jakarta (51%) ini yang punya properti sendiri (rumah/hunian vertikal).

    Info lebih lanjut hub :

    Wisnu Broto
    Direktur Evo Group Investor
    28 Tahun
    082188064790
    www.evokonsultan.com 

    Omong-omong soal Berita, apa sudah punya Investasi rumah idaman untuk tabungan pensiun anda di hari tua,dengan harga 30%-50% lebih murah dari harga pasar?
    Sebagai contoh Komplek Perumahan Gunung Anyar dengan nilai pasar 3 M kita beli hanya 1 M !!

    Jika belum cek di sini untuk Investasi rumah idaman anda dengan harga termurah, mulai harga Rp500 jutaan di Surabaya sekitarnya CLIK : www.evokonsultan.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »