4 Fakta Menarik Tiket Kereta Api Lebaran 2019

2/25/2019
Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mulai menjual tiket kereta api untuk lebaran 2019 pada Senin (25/2/2019). Sebanyak 247.010 bangku tersedia tiap harinya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

"Mereka yang ingin membeli tiket lebaran itu sudah bisa mulai tanggal 25 Februari ini," ucap Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dalam konferensi pers di posko Stasiun Gambir, Jakarta pada Minggu (24/2/2019).

Edi juga membagikan sejumlah informasi menarik seputar layanan kereta api pada musim lebaran 2019. Di antaranya adalah pemesanan lewat KAI Access yang menawarkan harga lebih bersahabat, beserta daftar kereta tambahan.

Selengkapnya, berikut Liputan6.com kumpulkan 4 fakta menarik mengenai tiket kereta api pada lebaran 2019:
2 dari 6 halaman

1. Harga di KAI Access Lebih Bersahabat

Dirut PT KAI Edi Sukmoro menyebut pembelian via aplikasi KAI lebih menguntungkan, pasalnya pembeli tidak akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 7.500.

"Apa bedanya? KAI Access tak ada biaya pemesanan, kalau di channel lain ada nilai atau biaya pemesanan sebesar Rp Rp 7.500, dan di KAI Access bisa e-boarding," ujar Edi.

Selain itu, Edi juga optimistis bahwa KAI Access memiliki kesiapan yang kuat. Pasalnya kekuatan server telah diperkuat hingga dua kali lipat pada application server dan bandwith ketimbang hari biasa.
3 dari 6 halaman

2. Kapan Puncak Arus?

Prediksi puncak arus mudik terjadi pada H-7 yakni 29 Mei 2019. Sementara, arus balik diprediksi H+3 atau 9 Juni 2019.

"Untuk saat ini yg bisa kami sampaikan asumsi puncak arus mudik itu kira-kira H-7 dan diasumsikan penuhnya lagi H+3," ucap Edi Sukmoro.

Dalam mengantisipasi lonjakan saat lebaran, kapasitas tempat duduk kereta api ditingkatkan 5 persen dari tahun lalu dari 236.210 per hari menjadi 247.010.

KAI pun berusaha memaksimalkan angka tempat duduk, meski mereka melakukannya secara hati-hati. "Namun harus diingat ketersediaan itu terbatas," jelas Edi.
4 dari 6 halaman

3. 50 Kereta Tambahan

Kehabisan tiket? Jangan khawatir sebab di H-60 pihak KAI menyediakan 50 kereta tambahan. Dengan ini, total kereta yang KAI kerahkan mencapai 406 kereta api (356 reguler dan 50 tambahan).

Kereta tambahan terdiri atas 27 kereta eksekutif dan bisnis, 11 kereta ekonomi non PSO, 4 ekonomi PSO, dan 8 kereta api yang memanfaatkan rangkaian yang idle. Berikut daftarnya:

1. Argo Dwipangga Fak: Solo Balapan - Gambir
2. Argo Jati Fak: Gambir - Cirebon
3. Argo Jati Tamb: Gambir - Cirebon
4. Argo Lawu Fak: Gambir - Solo Balapan
5. Argo Muria Leb: Semarang Tawang - Gambir
6. Argo Sindoro Leb: Semarang Tawang - Gambir
7. Brantas Leb: Pasar Senen - Semarang Poncol -Blitar
8. Cirebon Ekspres Fak: Gambir - Cirebon
9. Gajayana Leb: Gambir - Malang
10. Kertajaya Leb: Pasar Senen - Surabaya Pasar Turi
5 dari 6 halaman

Selanjutnya


11. Kutojaya Selatan Leb: Kiaracondong - Kutoarjo
12. Kutojaya Utara Tamb: Pasar Senen - Kutoarjo
13. Lodaya Leb: Bandung - Solo Balapan
14. Mataram: Pasar Senen - Lempuyangan
15. Matarmaja Leb: Pasar Senen - Malang
16. Pasundan Leb: Kiaracondong - Surabaya Gubeng
17. Purwojaya Leb: Gambir - Cilacap
18. Sancaka Leb: Yogyakarta - Surabaya Gubeng
19. Sawunggalih Leb: Pasar Senen - Kutoarjo
20. Sembrani Leb: Gambir - Surabaya Pasar Turi
21. Senja Cirebon Fak: Pasar Senen - Cirebon
22. Taksaka Malam Leb: Gambir - Yogyakarta
23. Tatsaka Pagi Leb: Yogyakarta - Gambir
24. Tawangjaya Leb = Pasar Senen - Semarang Poncol
6 dari 6 halaman

4. Libatkan TNI dan Polri

Pihak KAI juga mengantisipasi keselamatan para penumpang dengan melakukan kolaborasi bersama TNI dan Polri. Titik-titik rawan pun akan senantiasa dipantau.

"Yang paling esensi adalah perlintasan. Untuk itu nanti, dalam waktu-waktu dekat, kita akan mengadakan yang namanya inspeksi, baik direksi maupun komisaris akan melakukan inspeksi akhir Maret untuk mengecek baik titik rawan maupun kesiapan stasiun yang akan dilalui," ujar Edi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Apriyono Wedi Chresnanto menegaskan pihak perseroan terus melakukan kolaborasi dengan TNI-Polri. Ia menyebut kekuatan gabungan mencapai 11 ribu.

"Kekuatan TNI-Polri dengan K-9 itu sekitar 1.556. Polsuska 1.564. Security itu kurang lebih sekitar 7.900. Kekuatan pengamanan kita kurang lebih sekitar 11 ribu" tegasnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »