5 Cara Jitu Bebas Financial Ala R. Koyosaki

6/29/2019

Robert Kiyosaki dikenal sebagai seorang investor dan usahawan yang sukses. Namanya mulai terkenal setelah bukunya yang pertama berjudul "Rich Dad, Poor Dad" laris keras di pasaran dan secara konsisten menjadi 10 buku terlaris di The Wall Street Journal dan New York Times. Secara total, Robert Kiyosaki telah merilis 15 judul buku yang saat ini diterbitkan oleh perusahaan penerbitan miliknya sendiri yaitu The Rich Dad Press Imprint”.
Buku-buku yang diterbitkannya berkisar pada pengetahuan mengatur keuangan dan aset pribadi dengan tujuan terbebas dari jerat utang atau diistilahkan sebagai Rat Race oleh Robert Kiyosaki. Selain itu, Robert Kiyosaki juga membantu mengubah mindset kita dari mencari keamanan finansial (yang dicari kebanyakan orang) menjadi kebebasan finansial. Kebebasan finansial sendiri berarti kondisi ketika kamu tidak lagi bekerja, tetapi masih memperoleh penghasilan atau pemasukan pasif.
Pengetahuan ini secara konsisten terus disebarkan oleh Robert Kiyosaki melalui berbagai media seperti training, buku, dan yang paling menarik adalah game. Game ini dimaksudkan agar membantu anak-anak sedari kecil lebih paham cara mengatur kondisi finansialnya dan mencapai kebebasa finansial. Meski sudah 20 tahun sejak bukunya yang pertama diterbitkan, saat ini buku-buku tersebut masih bisa ditemukan di berbagai toko buku dengan cover terbaru.
Berikut kita akan membahas lebih dalam intisari dari pelajaran Robert Kiyosaki mengenai keuangan yang telah menyadarkan banyak orang.

1. Melek finansial

Melek finansial diartikan sebagai kemampuan memahami hal-hal yang berhubungan dengan keuangan termasuk mengenai aset dan liabilitas (beban). Dikatakan dalam bukunya bahwa perbedaan terbesar antara orang kaya dan orang menengah adalah kemampuannya dalam mengelola aset dan liabilitas.
Sebagai contoh, orang kaya akan lebih memilih membeli aset seperti saham, membuka bisnis baru, pendidikan, dan lain-lain. Sedangkan, orang menengah akan menekan pengeluarannya untuk membeli mobil dan ironisnya mereka menganggap mobil itu adalah sebuah aset. Padahal faktanya, mobil yang baru kamu beli akan langsung menurun nilainya begitu dipakai sekali, belum ditambah biaya bulanan untuk bensin dan perawatannya.
Itu adalah contoh sederhana membedakan aset dan liabilitas. Aset adalah sesuatu yang bisa memberikan come back kepada kita suatu hari nanti, sedangkan liabilitas justru akan meningkatkan pengeluaran bulanan kita. Jika hal ini dibiarkan, pengeluaran kamu akan lebih besar dari pemasukan dan membuat kamu memasuki rat race (diibaratkan sebagai tikus yang berlari di putaran roda, tetapi tak bisa kemana-mana sebesar apapun usahanya).

2. CashFlow quadrant

CashFlow Quadrant adalah sebuah ilustrasi yang menunjukkan arus kas seseorang. Robert Kiyosaki membaginya menjadi 2 bagian, yaitu sisi kiri dan sisi kanan. Sisi kiri terdapat huruf “E” (Employer/Pekerja) dan “S” (Self-Employment/Pekerja Lepas), sedangkan sisi kanan berisi huruf “B” (Business) dan “I”(Investation).
Robert Kiyosaki berusaha mengubah mindset orang-orang dari sisi kiri menyeberang ke sisi kanan. Kenapa? Karena kebanyakan orang menganggap sisi kiri lebih aman, padahal itu salah! Sisi kiri justru lebih berbahaya daripada sisi kanan.
Dalam bukunya beliau menggunakan sebuah cerita untuk membantu kita lebih paham. Suatu ketika di sebuah desa ada 2 orang pemuda sebutlah namanya Ari dan Budi yang diberi tugas untuk mengambil air dari sungai dengan bayaran yang menggiurkan. Setelah mendengar itu Ari langsung mengambil ember dan pergi menimbah air, sedangkan Budi menghilang entah kemana.
Setelah beberapa tahun berlalu uang yang dikumpulkan Ari sudah semakin banyak, tetapi itu membuat dia tidak punya waktu luang karena sibuk menimbah air. Saat itu Budi yang menghilang tiba-tiba kembali bersama arsitek dan kontraktor, kemudian mereka membangun pipa air yang menyambungkan sungai dengan tangki air di dekat kota. Air yang ditampungnya itu pun dijual dengan harga lebih murah dari air yang dijual Budi.
Setelah beberapa waktu, Ari yang mulai tua dan kehabisan tenaga mulai menyuruh anak-anaknya untuk ikut menimbah air untuk menutupi kekurangan uang mereka, sedangkan Budi sibuk membangun jaringan pipa ke rumah-rumah warga dan mendulang banyak uang. Akhir cerita, anak-anak Ari pun lelah menimbah air dan berhenti sehingga pemasukan keluarga Ari berkurang, sedangkan Budi telah memiliki kerajaan bisnis sendiri.
Disini terlihat jelas perbedaan antara Ari yang menggambarkan kelompok di sisi kiri (“E” dan “S”) dengan Budi yang menggambarkan sisi kanan (“B” dan “I”). Dengan berada di sisi kiri, tubuh kita akan semakin lelah karena usia dan berujung pada buruknya finansial di masa tua. Di sisi lain yaitu sisi kanan menunjukkan bahwa investasi waktu, pikiran, dan waktu sangat penting.

3. Perbanyak pemasukan pasif

Masih berhubungan dengan CashFlow Quadrant, inti dari masuk ke golongan sisi kanan adalah memperbanyak pemasukan pasif sehingga kamu memiliki waktu lebih untuk berpikir, mengembangkan diri, memperbanyakrelasi, dan aset. Selain itu, berada di sisi kanan akan membuatmu lebih menikmati hidup.
Robert Kiyosaki juga menyebutkan beberapa hal yang membuat orang merasa nyaman di sisi kiri, yaitu lebih pasti, rasa takut, ketidaktahuan, dan rasa malas. Padahal mereka tidak tahu bahwa di sisi kiri lebih menakutkan dan tidak pasti.

4. Jadilah investor!

Menurutnya ada 7 tingkatan investor, dimulai dari tingkat 0 hingga tingkat 6. Investor tingkat 0 dicirikan sebagai orang-orang yang tidak punya modal untuk diinvestasikan karena mereka menghabiskan sebanyak yang mereka hasilkan.
Tingkat 1 adalah kelompok peminjam yang sering menyelesaikan masalah finansialnya dengan berhutang atau memiliki banyak tagihan kartu kredit.
Tingkat 2 disebut sebagai penabung, yaitu mereka yang menyisihkan sejumah kecil uang secara teratur untuk ditabung atau didepositokan. Tabungan yang sudah terkumpul inipun lebih sering digunakan untuk membeli barang dibanding berinvestasi.
Tingkat 3 adalah investor “pandai” yang rata-rata dimiliki mereka di kaum menengah. Mereka di tingkat ini lebih memilih menyerahkan masalah investasinya ke orang yang dianggap lebih ahli, misalkan reksa dana.
Tingkat 4 adalah investor jangka panjang yang mengerti pentingnya berinvestasi dan secara aktif terlibat dalam pengambilan keputusan. Tingkat ini adalah suatu keharusan apabila kamu menginginkan investasi jangka panjang.
Tingkat 5 adalah investor canggih yang sanggup mencari strategi investasi yang lebih agresif dan beresiko karena memiliki dasar finansial yang baik.
Tingkat 6 adalah tingkat tertinggi atau kapitalis yang mampu menciptakan uang menggunakan uang, bakat, dan waktu orang lain. Kebanyakan dari mereka adalah para pengusaha besar seperti Bill Gates, Chairul Tanjung, Bambang Hartono, dan lain-lain.
Jika tingkat 5 menggunakan portfolio pribadi dan untuk kepentingan pribadi, tingkat 6 justru menciptakan investasi untuk diri mereka sendiri dan orang lain menggunakan waktu serta uang orang lain.
Mau jadi investor tingkat berapakah kalian?

5. Mulailah sekarang!

Alasan orang tua sering mengarahkan kita untuk menjadi dokter, pengacara, atau tentara karena itu adalah hal paling wajar ketika di era industri. Namun, pada era informasi seperti sekarang hal tersebut tidak lagi masuk akal. Kamu dapat memperoleh berbagai informasi dan kesempatan hanya dengan melihat internet dan duduk di kursi. Dengan memulai investasi dan bisnis, kamu dapat memperoleh pemasukan pasif dan membantumu mencapai kebebasan finansial.
Jadi, apalagi yang membuatmu menunda? Mulailah sekarang dan capai tujuan finansialmu! Percayalah, masa depanmu ada di tanganmu sendiri! 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »