Bagaimana Cara Berinvestasi Aplikasi App Store & IOS ?

6/28/2019

Pusat Rumah Murah PT. Evo Properti Solusindo 
( Griyamu.com )

Investasi bisnis online terbaru dan dijamin aman, pusat rumah murah, rumah murah 50% dibawah harga pasar. 

www.evokonsultan.com
www.griyamu.com

Selamat!! Anda telah terpilih sebagai Investor di program Investasi Griyamu.com (Pusat Rumah Murah). Program ini merupakan Investasi yang sangat aman dan menguntungkan perusahaan pusat rumah murah 50% dibawah harga pasar, merupakan wadah berinvestasi yang aman dan terpercaya sejak tahun 2008. Dan telah mengelola dana Investor dari ratusan Investor secara Profesional, perusahaan kami juga sebagai Developer Rumah FLPP dan menyediakan listing rumah khusus dibawah harga pasar di seluruh indonesia.


GALA DINNER INVESTOR

Dana Investor kami pergunakan untuk mengembangkan kapasitas produksi dan pengembangan usaha, untuk memperluas jaringan perusahan kami ke kota-kota besar seperti
  1. Jakarta
  2. Surabaya
  3. Makasar
  4. Bali
  5. Bandung
  6. Kalimantan
  7. Lombok
  8. Jogja
Dan akan terus bertambah setiap waktu, Investasi bersama kami sangat aman dan pasti, sebab sesuai dengan kebutuhan dan penggunaannya pun berdasarkan Analisa yang sangat matang. Serta memberikan profit pasti kepada Investor setiap Tahunnya.


Cara Investor Kami Mendapatkan Keuntungan 
( Griyamu.com )




PRESTASI PT. EVO PROPERTI SOLUSINDO



TENTANG PT. EVO PROPERTI SOLUSINDO 
( GRIYAMU.COM )

A. Mengapa Bisnis Properti Menjadi Salah Satu Investasi Yang Berpeluang Besar?
Meski dalam kondisi terpuruk sekalipun, nilai jual sebuah properti rasanya sulit untuk turun drastis, khususnya di Indonesia. Pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia dan beberapa negara lain tahun 1997, nilai properti ketika dijual pun masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga pembelian pertama. Bahkan setelah krisis mereda, nilai jual properti langsung melonjak drastis.
Kesimpulannya, meski kondisi ekonomi sedang terpuruk sekalipun, kenaikan harga properti akan selalu lebih tinggi daripada tingkat inflasi. Catat! Atas dasar inilah, para ‘orang berduit’ gemar berbisnis properti. Entah itu pemain bola, pekerja eksekutif, hingga kalangan selebriti termasuk juga manajemen artis seperti yang digeluti Gema Sakti.
Pria muda yang merupakan manajemen artis dari diva ternama Indonesia, Rossa, ini mengaku sudah mendalami seluk beluk bisnis properti sejak 17 tahun lamanya.
Sebelumnya selama 10 tahun ia bekerja di industri properti pada berbagai perusahaan pengembang, hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi investor seraya menjalankan bisnis PR agency-nya yang dinamakan Gelang Emas.
“Jadi kalau dulu saya berprofesi sebagai karyawan perusahaan properti, sekarang saya memilih sebagai pemain atau investornya. Dan ternyata, menjadi investor properti itu sangat-sangat mengasyikkan di samping sebagai konsultan PR saya juga sering mengadakan event terkait properti,” katanya saat ditemui dalam satu acara.
Menurut Gema, faktor terbesar yang membuatnya ‘ketagihan’ berinvestasi properti tak lain adalah karena capital gain alias keuntungan yang kerap diraupnya.
“Investasi properti itu benar-benar menjanjikan minimal 20% keuntungan dalam waktu dua tahun. Bahkan saya pernah merasakan sendiri, harga jual apartemen yang saya beli itu sudah naik dua kali pada waktu serah terima. Karena jadi hobi, ya akhirnya sudah tujuh tahun ini saya suka membeli properti untuk disewakan atau dijual kembali,” ujarnya.

B. Bagaimana Peluang Bisnis Properti Di Indonesia?
Properti merupakan salah satu pilihan bisnis yang memberikan jaminan kepastian nilai keuntungan kepada investor. Hal ini terutama disebabkan karena bisnis ini melayani penyediaan kebutuhan pokok manusia dan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk properti.
Peluang keuntungan lainnya yang sangat menjanjikan adalah naiknya harga lahan setelah properti tersebut mulai dibangun. Biasanya sudah menjadi rahasia umum bahwa para pengembang bisnis properti pasti mendapatkan keuntungan dari nilai lahan tersebut minimal dua kali lipat dari harga perolehannya.
Melonjaknya harga produk tersebut diakibatkan lahan yang tersedia semakin terbatas.  Beragam produk properti diantaranya rumah (Town House, ruko, klaster, rukan, apartemen, rusun), perhotelan (kondominium, motel, kondotel, vila), pertokoan (minimarket, hipermarket, supermarket, speciality store, mall, square, plaza, trade center) dan gedung lainnya (pabrik, perkantoran dan gudang).
Alasan investor dunia memilih Indonesia khususnya Jakarta dan sekitarnya sebagai tempat berinvestasi properti karena jumlah kebutuhan atau demand yang sangat besar, disamping itu perekonomian India dan Cina melambat serta keterbatasan peluang pasar Australia dan Jepang di sektor properti.
Kemajuan perekonomian dalam negeri konsisten tumbuh 6% per tahun. Hal ini semakin mendorong investor asing kian gencar bergelut di bisnis properti tanah air. Tercatat 3 perusahaan pengembang properti dunia yang mulai melirik pasar Indonesia. Perusahaan itu berasal dari Australia, Hong Kong dan Selandia Baru.

Pesatnya pertumbuhan bisnis properti sejalan dengan perekonomian dalam negeri yang kian meningkat. Penanaman modal investor asing di sektor properti Indonesia yaitu pembelian dalam bentuk produk properti dan surat berharga dari perusahaan properti nasional.

Peluang besar bisnis ini juga dilirik oleh investor lokal. Besarnya minat investor tentu karena melihat cerahnya propek bisnis properti. Masalah yang sedang dialami bangsa Indonesia sekarang adalah tidak terpenuhinya jumlah permintaan akan sarana hunian yang ada.

Berdasarkan data statistik, terjadi kekurangan rumah berjumlah lebih kurang 15 juta unit. Permintaan akan hunian per tahun mencapai 700-800 ribu unit, sedangkan para pengembang hanya mampu menyediakan lebih kurang 400 ribu unit.

Ketimpangan jumlah permintaan ini merupakan bukti prospek properti yang masih menyimpan potensi yang sangat besar. Persaingan harga antar pengusaha properti pun menjadi hal yang umum terjadi. Mereka berlomba-lomba menawarkan harga ekonomis dengan fasilitas mewah.

Kondisi ini menjadikan ketertarikan di mata konsumen. Tak jarang, konsumen membeli properti bukan untuk pemenuhan kebutuhan tetapi sebagai investasi jangka panjang.
Meningkatnya permintaan pasar akan hunian yang berkualitas dengan harga terjangkau saat ini telah mengispirasi Lippogroup membangun sebuah kota mandiri seluas 500 Ha di wilayah Cikarang Bekasi yang dinamakan Meikarta dengan total investasi 278 Triliun Rupiah.
Fenomena spekulasi properti terjadi di Indonesia berdampak buruk bagi investor. Adanya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) memang membantu masyarakat jika digunakan sebagaimana mestinya. Namun sayangnya, mereka justru memanfaatkan untuk kepentingan yang lain.
Contohnya 1 banyak kejadian nasabah mengajukan lebih dari 1 KPR atau KPA. Perputaran uang menjadi terhambat dengan adanya fenomena semacam ini. Seharusnya nasabah menyelesaikan 1 kredit jika ingin mengambil properti berikutnya.
Hal ini sangat berdampak pada banyaknya kasus kredit macet yang terjadi, dimana nasabah tidak bisa membayar cicilan tepat waktu, bahkan ada yang baru membayar cicilan beberapa kali selanjutnya macet, dan akhirnya properti tersebut dilelang oleh pemberi kredit.
Akibatnya, harga produk properti lambat laju kenaikkannya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengguna KPR dan KPA. Harga yang dibebankan tidak mengikuti harga pasaran. Artinya, nilai kredit tidak mengikuti pergerakan harga properti tahunan.
Disamping permasalahan diatas faktor tidak stabilnya kurs rupiah terhadap mata uang asing ikut memicu para investor berjaga-jaga dan mengambil sikap wait and see, mengingat harga material bangunan sangat dipengaruhi oleh mata uang asing serta dampak lainnya yaitu semakin turunnya daya beli masyarakat.
Atas inisiatif dari Pemerintah, sejak 1 September 2013 silam, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan mengenai rasio pinjaman terkait KPR. Kebijakan ini merupakan bentuk pencegahan krisis properti di Indonesia. KPR dan KPA akan dikendalikan supaya tidak disalahgunakan untuk alat spekulasi.
BI melarang pihak perbankan memberi keringanan atas fasilitas kredit dengan cara pemberian kredit uang muka. Selain itu juga membatasi pengajuan KPR dan KPA, yaitu hanya 1 rumah per nasabah. Disamping itu jumlah minimal uang muka KPR juga dinaikkan hingga 30% dan diharapkan minat konsumen membeli properti secara kredit dapat berkurang dan beralih ke sistem tunai.
Kelebihan sistem tunai yaitu jika dikalkulasikan akan lebih ringan dibanding kredit. Investor pun lebih diuntungkan dengan adanya sistem ini. Namun jika Anda belum memiliki cukup modal untuk pembelian secara tunai. KPR dan KPA adalah solusinya, gunakanlah sesuai dengan kebutuhan Anda.
Hindari perolehan keuntungan sepihak dalam bisnis properti. Sebab, bisnis properti menggandeng banyak pihak dalam mata rantai transaksinya. Dimulai dari investor/pemilik modal, kontraktor, marketing hingga akhirnya sampai ke konsumen.

C. Bagaimana PT. Evo Properti Solusindo Menjadi Salah Satu Perusahaan Investasi Properti
PT. Evo Properti Solusindo berdiri sejak 2008 bermula di surabaya, tepatnya di jalan Kertomenanggal 3 No 18, kecamatan Gayungan, Jawa Timur, 60234. Dengan memiliki kantor yang seadanya kami berhasil menjadi salah satu perusahaan yang mampu mendapatkan rumah dengan kualitas terbaik dan harga termurah di surabaya, dan telah mendapatkan keuntungan lebih dari puluhan milyaran rupiah.
Seiring perkembangan waktu, dan sebagai dampak kebijakan dan kerjasama pemerintah Indonesia untuk menyediakan rumah murah bersubsidi tepatnya di tahun 2018, dimana Indonesia ingin menyediakan rumah murah untuk kalangan kelas bawah telah menambah sumber penghasilan Bisnis Properti di luar kota surabaya, kami memiliki beberapa proyek di kota besar lainnya, disana kami bekerja keras untuk membangun rumah murah dan dapat menambah jumlah produksi kami, adapun untuk memenuhi keseluruhan permintaan kamipun  banyak bekerja sama dengan beberapa developer untuk meringankan pekerjaan kami yang semakin padat.
PT. Evo Properti Solusindo sebagai salah satu Bisnis Investasi Properti saat ini membuat aplikasi Play Store dan IOS khusus mesin pencari aset murah di bawah harga pasar, tujuannya untuk apa? untuk memudahkan para investor menemukan harga terbaik tanpa ribet cari data sana sini. dan semua dilengkapi dengan teknologi terbaru dan semua transaksi melalui Griyamu.com agar masing-masih merasa aman bertransaksi dan mencegah terjadinya kecurangan di satu sisi. Kami juga memberikan kemudahan kepada Investor untuk memanjakan dengan cara memberi layanan Camera 360 VR, agar para pembeli di masa depan tidak perlu repot untuk survei lokasi dan mencari data pembanding, karena dilengkapi data pembanding yang transparan dan terpercaya. PT. Evo Properti Solusindo juga menjamin program kami semua aman, karena sebelum transaksi kami memiliki team khusus legalitas transaksi agar berjalan aman dan transparan.

D. Kelebihan Produk Bisnis Properti PT. Evo Properti Solusindo
Produk Griyamu.com dari PT. Evo Properti Solusindo sangat bagus hingga penjualannya pun bisa menembus pasar nasional dengan harga yang termurah. Rumah murah Griyamu.com PT. Evo Properti Solusindo karena kami banyak memiliki andalan dengan profit terbaik khusus investasi properti, karena harganya yang sangat murah maka produk kami lebih mudah di jual di bandingkan dengan Agent Properti Konvensional, bahkan aset yang sudah kami beli tidak perlu di renov atau di cat ulang agar terjual lebih mahal, cukup jual rugi tetap untung.
Sebagai Developer dan Pusah jual beli rumah murah juga kami memiliki standart kualitas, dimana beberapa kriteria yang umum dalam menilai tingkat kualitas properti yang kami beli dimulai dari pengecekan lokasi dan bangunan yang berbeda setiap tempatnya atau dengan kata lain kami memiliki tim khusus perhitungan properti, jadi kami tahu aset yang kami beli itu harga layak di beli berapa dan di jual berapa, hingga :
Tingkat potensi kenaikan dari properti
Tingkat lokasi strategis dari properti
Tingkat standart properti agar mudah dijual
Tingkat daya serap/beli konsumen di area tersebut
Tingkat kekuatan pondasi dari bangunan properti
Dari nilai harga pasar dan maksimal pencairan berapa jika kita masukkan ke bank
Dari nilai aman berapa untuk kita sangat aman di beli dengan minimal profit 15% dari modal awal
Dari segi legalitas yang aman sesuai dengan proses pengecekan data penjual dan pembeli.

E. Keuntungan Bisnis Properti
Bisnis properti sudah berabad-abad digunakan sebagai alat investasi seluruh bangsa sebagai alat investasi yang paling aman dan menguntungkan dari masa ke masa. Investasi properti di Griyamu.com banyak dari beberapa program yang kami miliki, dengan keuntungan yang beragan, yaitu:

  1. Keuntungan dari sumber traflik pengunjung aplikasi
  2. Keuntungan dari download aplikasi di Playstore dan IOS
  3. Keuntungan dari banyaknya iklan pengunjung
  4. Keuntungan dari transaksi jual beli saham perusahaan
  5. Keuntungan dari kenaikan saham setiap tahunnya
  6. Keuntungan dari jual beli properti second
  7. Keuntungan dari jual beli properti Evo Land
  8. Keuntungan dari keuntungan griyamu.com sebagai perantara penjual dan pembeli
Kami memiliki banyak keuntungan offline dan online, walaupun dari dulu kami sudah fokus konvensional, tetapi kami sadar dengan kemajuan teknologi Industri 4.0 yang berfokus pada teknologi masa depan dengan menggantikan pekerjaan manusia oleh robot. Oleh sebab itu kami berfikir untuk memfokuskan di masa depan 100% kepada offline, walau perpindahan paradikma dan fundamental secara perlahan berpindah dari offline ke online.

F. COMPANY PROFILE PT. EVO PROPERTI SOLUSINDO

Nama Perusahaan                  : PT. Evo Properti Solusindo
Badan Hukum                       : Perseroan Terbatas
Jenis Usaha                            : Konsultan Properti, Perbankan, Development


Lokasi Usaha                        : JL. Pemuda No 65, Gedung East Sequare Lt. 1, Jakarta. 13220
Kantor Cabang                      : JL. Kertomenanggal 3 No 18, Surabaya. 60234
Pendiri Usaha                        : Gemilang Putra dan Wisnu Broto
Whatsapp                              : 0821.880.64.790
Email                                     : evocounsultant.adm@yahoo.com

G. VISI DAN MISI PT. EVO PROPERTI SOLUSINDO

Visi
Menjadi Perusahaan Penyedia Properti Murah Dibawah Harga Pasar Terbesar di Indonesia, Dengan kualitas terbaik dengan harga termurah.

Misi
  1. Membangun komunitas dan sistem managemen yang bertaraf internasional serta Sumber Daya Manusia yang berdedikasi dan profesional
  2. Mengembangkan Griyamu.com ke seluruh Dunia
  3. Memberikan kepuasan terhadap pelanggan, investor, karyawan / mitra nasabah
  4. Menjadi Perusahaan Publik Terbuka
  5. Mengembangkan inovasi digital demi kelangsungan dan ketahanan perusahaan
  6. Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dengan investor dan perbankan
  7. Menyelenggarakan program-program kemanusiaan dan sosial dalam bentuk kegiatan filantropi


 LIST INVESTOR

Investor Paket A
  1. Andra, 1 paket, Makasar
  2. Amalia, 1 paket, Jakarta
  3. Andika, 1 paket, Surabaya
  4. Budiman, 1 paket, Bandung
  5. Cakra, 1 paket, Lampung
  6. Elsa, 1 paket, Bogor
  7. Erman, 1 paket, Garut
  8. Ending, 1 paket, Tangerang
  9. Fandika, 1 paket, Tangerang
  10. Fransiscus, 1 paket, Medan
  11. Hendra, 2 paket, Bandung
  12. Sari, 2 paket, Bandung
  13. Indra, 1 paket, Banten
  14. Satria, 1 paket, Cilacap
  15. Heti, 1 paket, Indramayu
  16. Ujang, 1 paket, Tasikmalaya
  17. Usman, 1 paket, Bogor
  18. Yoga, 1 Paket, Surabaya
  19. Zulkifli, 2 paket, Medan

Investor Paket B
  1. Agung, 1 paket, Lombok
  2. Akmal, 2 paket, Jakarta
  3. Bambang, 1 paket, Depok
  4. Choini, 1 paket, Semarang
  5. Diandra, 1 paket, Jakarta
  6. Dominic, 2 paket, Bandung
  7. Fitria, 1 paket, Bandung
  8. Gunawan, 2 paket, Surabaya
  9. Hendi, 1 paket, Banjarmasin
  10. Hadirat, 1 paket, Yogyakarta
  11. Januar, 1 paket, Surabaya
  12. Listya, 1 paket, Solo
  13. Marwan, 1 paket, Bandung
  14. Masriadi, 1 paket, Malang
  15. Rima, 2 paket, Bandung
  16. Ray, 1 paket, Surabaya
  17. Samsul, 1 paket, Tangerang
  18. Sanda, 1 paket, Palembang
  19. Sopian, 2 paket, Kudus
  20. Surya, 1 Paket, Jakarta

Investor Paket C

  1. Agustin, 1 paket, Malang
  2. Alvin, 1 paket, Surabaya
  3. Azrida, 1 paket, Jakarta
  4. Bagus, 1 paket, Bali
  5. Bryan, 1 paket, Jogjakarta
  6. Danar, 1 paket, Jogjakarta
  7. Haris, 1 paket, Surabaya
  8. Irfan, 1 paket, Jakarta
  9. Indira, 1 paket, Bogor
  10. Ketut ,1 paket, Denpasar
  11. Kusnandar, 1 paket, Bogor
  12. Luhut, 1 paket, Medan
  13. Purwanto, 1 paket, Jogjakarta
  14. Regina, 1 paket, Padang
  15. Resti, 1 paket, Bandung
  16. Ratna, 1 paket, Garut
  17. Ridha , 1 paket, Bekasi
  18. Salma,1 paket, Palembang
  19. Surachman, 1 paket, Magelang
  20. Tuti, 1 paket, Cirebon
  21. Untung, 1 paket, Bandung
  22. Winda, 1 paket, Malang
  23. Yani , 1 paket, Bogor
  24. Yusuf, 1 Paket, Sukabumi
  25. Zulfikar, 1 paket, Makassar

Investor Paket D
  1. Abdul, 1 paket, Semarang
  2. Agung, 1 paket, Bekasi
  3. Andira, 1 paket, Makassar
  4. Bara, 1 paket, Banjarmasin
  5. Deva, 1 paket, Sumedang
  6. Ekky, 1 paket, Jakarta
  7. Fransisca 1 paket, Surabaya
  8. Febrina, 1 paket, Palembang
  9. Herlin, 1 paket, Surabaya
  10. Herlin, 1 paket, Tasikmalaya
  11. Indah, 1 paket, Tangerang
  12. Ivan, 1 paket, Jakarta
  13. Khaerul, 1 paket, Padang
  14. Kusnindyah, 1 paket, Semarang
  15. Lalu, 1 paket, Lombok
  16. Marisa, 1 paket, Jakarta
  17. Mayang, 1 paket,Solo
  18. Meilani, 1 paket, Bandung
  19. Michael, 1 paket, Surabaya
  20. Nurlia, 1 paket, Sumedang
  21. Paulina, 1 paket, Sumbawa
  22. Sammy, 1 paket, Medan
  23. Sultan, 1 paket, Semarang
  24. Sundari,1 paket, Cilacap
  25. Sakti, 1 paket, Malang

Investor Paket E
  1. Abdul, 1 paket, Semarang
  2. Agung, 1 paket, Bekasi
  3. Andira, 1 paket, Makassar
  4. Bara, 1 paket, Banjarmasin
  5. Deva, 1 paket, Sumedang
  6. Ekky, 1 paket, Jakarta
  7. Fransisca 1 paket, Surabaya
  8. Febrina, 1 paket, Palembang
  9. Herlin, 1 paket, Surabaya
  10. Herlin, 1 paket, Tasikmalaya
  11. Indah, 1 paket, Tangerang
  12. Ivan, 1 paket, Jakarta
  13. Khaerul, 1 paket, Padang
  14. Kusnindyah, 1 paket, Semarang
  15. Lalu, 1 paket, Lombok
  16. Marisa, 1 paket, Jakarta
  17. Mayang, 1 paket,Solo
  18. Meilani, 1 paket, Bandung
  19. Michael, 1 paket, Surabaya
  20. Nurlia, 1 paket, Sumedang
  21. Paulina, 1 paket, Sumbawa
  22. Sammy, 1 paket, Medan
  23. Sultan, 1 paket, Semarang
  24. Sundari,1 paket, Cilacap
  25. Sakti, 1 paket, Malang

Investor Paket E
  1. Eges, 1 paket, Jepara
  2. Fajar, 1 paket, Bogor
  3. Gisella, 1 paket, Jepara
  4. Gisca, 1 paket, Jambi
  5. Hutomo, 1 paket, Kediri
  6. Hefriansyah, 1 paket, Jepara
  7. Iman, 1 paket, Garut
  8. Jaka, 1 paket, Purwakarta
  9. Latif, 1 paket, Samarinda
  10. Melsa,1 paket, Salatiga
  11. Miftah, 1 paket, Solo
  12. Nina S, 1 paket, Bandung
  13. Novi, 2 paket, Jakarta
  14. Olla, 1 paket, Bali
  15. Pandu, 1 paket, Jakarta
  16. Ramdan, 1 paket,  Bandung
  17. Randi, 1 paket, Jakarta
  18. Rossa, 1 paket, Palembang
  19. Tatang, 1 paket, Sumedang
  20. Septiani, 1 paket, Jogjakarta
  21. Sri, 1 paket, Mataram
  22. Wulan, 1 paket, Bekasi
  23. Teresia, 1 paket, Surabaya
  24. Vania, 1 paket, Solo
  25. Wida, 1 paket, Palembang

Investor Paket F
  1. Dewi, 1 paket, Cirebon
  2. Dimas, 1 paket, Malang
  3. Ediar, 1 paket, Kupang
  4. Edwin, 1 paket, Medan
  5. Furqon, 1 paket, Pekalongan
  6. Galih, 1 paket, Tasikmalaya
  7. Hendro, 1 paket, Solo
  8. Siti, 2 Paket, Bandung
  9. Indira, 1 paket, Bekasi
  10. Jamal, 1 paket, Malang
  11. Ivan, 1 paket, Jakarta
  12. Ketut, 1 paket, Denpasar
  13. Khaerul, 1 paket, Padang
  14. Lutfi, 1 paket, Bekasi
  15. Robert, 1 paket, Surabaya
  16. Radith, 1 paket, Bengkulu
  17. Syahrir, 1 paket, Jogjakarta
  18. Wendy, 1 paket, Cikarang
  19. Veronica, 1 paket, Surabaya
  20. Yudi, 1 paket, Madiun
  21. Zahrotul, 1 paket, Surabaya
  22. Zamzam, 1 paket, Aceh

Investor Paket G
  1. Antoni, 1 paket, Surabaya
  2. Alex, 1 paket, Jakarta
  3. Bustanul, 1 paket, Makassar
  4. Eldira ,1 paket, Padang
  5. Harum, 1 paket, bandung
  6. Henda, 1 paket, Tanggerang
  7. Indra, 1 paket, Pontianak
  8. Ivan, 1 paket, Jakarta
  9. Kusthini, 1 paket, Semarang
  10. Latif, 1 paket, Samarinda
  11. Laurent, 1 paket, Cirebon
  12. Mela, 1 paket, Bekasi
  13. Monika, 1 paket Pangkalpinang
  14. Olga, 1 paket, Jakarta
  15. Randi, 1 paket, Malang
  16. Syaukani, 1 paket, Balikpapan
  17. Tarman, 1 paket, Bengkulu
  18. Vania, 1 paket, Cirebon
  19. Zahrotul, 1 paket, Surakarta
  20. Zulkifli, 1 paket, Palangkaraya



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »